Selasa, 21 Februari 2012

10 Film Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

            Beberapa tahun belakangan ini, perkembangan film indonesia mengalami kemajuan, meski banyak film Indonesia yang menampilkan keseronokan. Dari banyak film Indonesia yang pernah dibuat, berikut adalah film indonesia terlaris sepanjang sejarah :

1.Laskar Pelangi (2008)
Laskar Pelangi (2008) adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 25 September 2008 dan merupakan adaptasi dari novel karangan Andrea Hirata, pada saat libur Lebaran. Skenarionya ditulis oleh Salman Aristo yang juga menulis naskah film Ayat-Ayat Cinta dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana. Hingga Maret 2009, Laskar Pelangi telah ditonton oleh 4,6 juta orang. Themesongnya(by Nidji) pun sampai sekarang masih menjadi Lagu yang laris di Indonesia.

2. Tjoet Nja’ Dhien (1986)

Sebuah masterpiece! Tak ada yang menyangkal Tjoet Nja’ Dhien (1986) dibilang begitu. Film debut penyutradaraan Eros Djarot itu butuh waktu dua tahun buat menyelesaikannya. Pemeran utamanya, Christine Hakim jadi legenda hidup gara-gara film ini. Berkat Tjoet Nja’ Dhien, setiap aktris muda pasti menyebutnya sebagai panutan atau bintang idola. Tak ada yang menyangkal pula, sebagai Tjoet Nja’ Dhien, Christine berakting sempurna. Tak cuma Christine saja yang serba bagus di film ini. Filmnya sendiri, sebagai sebuah kesatuan karya sinema, nyaris tanpa cacat (diganjar 8 Piala Citra di FFI 1988). Tjoet Nja Dhien tak berisi uraian biografis kehidupan pahlawan dari Tanah Rencong itu. Melainkan juga berisi drama, pengkhianatan, dan kebesaran jiwa. Tak aneh rasanya kalau Tjoet Nja’ Dhien merupakan puncak pencapaian dunia perfilman kita yang belum terlewati hingga kini.

3. Naga Bonar (1986)

Lewat Naga Bonar, Asrul Sani lagi-lagi membuktikan bakat besarnya sebagai salah satu penulis cerita terbaik yang pernah dipunyai negeri ini. Asrul piawai menghadirkan dialog yang memicu tawa, yang begitu dipikir lebih dalam ternyata mengandung makna luhur. Naga Bonar hadir buat berkelakar. Namun, ia tak berkelakar sembarangan. Yang jadi bahan kelakar justru pejuang negeri saat perang kemerdekaan berlangsung. Naga Bonar menyindir pemujaan pada para pahlawan. Film ini berpesan, tak semua pejuang di masa lampau itu punya niat suci membela negeri. Ada yang cuma bisa bicara saja. Nah, Jenderal Naga Bonar (diperankan dengan gemilang oleh Deddy Mizwar) pun aslinya pencopet. Tapi dari sosok inilah kemurnian perjuangan lahir. Sebagai karya sinema, Naga Bonar tampil lengkap, berisi sekaligus menghibur; tergarap dengan baik, tanpa cacat cela. Pantas rasanya bila film ini memborong 7 Piala Citra di FI 1987.

4. Ada Apa dengan Cinta? (2001)

Ada Apa dengan Cinta? (AAdC?) jadi salah satu film penting negeri ini. Melahirkan tren yang sudah lama hilang dari jagad sinema kita: film bertema remaja. Selepas AAdC? lahir film-film bertema sejenis. Tren itu juga merambah ke teve. Sejak AAdC?, datang berduyun-duyun sinetron bertema remaja. Rasanya, sejak Gita Cinta dari SMA (1979) dulu baru ada lagi film Indonesia yang begitu digandrungi remaja. AAdC? tak kurang ditonton sekitar 2,7 juta orang di bioskop. Rudi Soedjarwo, sang sutradara, begitu lancar bertutur (Rudi dapat Piala Citra di FFI 2004).

5. Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985)

Film baik tak lekang dimakan zaman. Bertahun-tahun selewat peredarannya, film itu masih asyik buat ditonton. Nah, Kejarlah Daku Kau Kutangkap tipe film seperti itu. Penonton tak sekadar diajak tergelak. Semua ini berawal dari skenario cerdas yang dibuat Asrul Sani, pengarahan kuat dari Chaerul Umam, sang sutradara, yang digenapi akting prima dari Deddy Mizwar, Lydia Kandou, Ully Artha, dan Ikranegara. Hasilnya, film ini layak ditasbihkan sebagai situasi komedi terbaik yang pernah dihasilkan sineas kita. Asrul berhasil membuat kelakar jenius tentang hubungan pria dan wanita. Dalam film ada hubungan Ramadhan (Deddy) dan Mona (Lydia) yang berkisar antara cinta dan benci, cinta dan gengsi, hingga cinta akhirnya mengalahkan segalanya.

6. Badai Pasti Berlalu (1977)

Badai Pasti Berlalu jadi film Teguh Karya yang paling laris ditonton. Tak kurang, saat beredar dulu, film ini masuk urutan kedua film terlaris 1978 (ditonton 212.551 orang). Padahal buat Teguh sendiri, ia terpaksa membuat film itu. “... ingin nafas, dan balas budi dari film-film terdahulu yang kurang laku. Selain saya ingin memvisualkan sebuah novel ke dalam bahasa visual,” ujarnya seperti dimuat Pikiran Rakyat pada 1978. Badai Pasti Berlalu memang diangkat dari novel pop. Hasilnya, ya film pop. Sebelum diangkat jadi film, kisahnya memang sudah populer duluan saat dimuat bersambung oleh Kompas dan kemudian dinovelkan. Hingga saat difilmkan, orang tentu ingin menontonnya. Apalagi yang membuatnya Teguh Karya, sutradara yang piawai membuat film-film bermutu. Selain itu, yang membuat Badai Pasti Berlalu dikenang juga lantaran tata musik berikut lagu temanya yang digubah Eros Djarot. Lagu temanya abadi hingga kini.

7.Arisan (2003)

Untuk ukuran tahun 2000-an sekarang, Arisan! paling tepat ditunjuk sebagai film yang menelanjangi kehidupan di zamannya. Tanpa tedeng aling-aling, Arisan! menampilkan problematika hidup kaum borjuis Jakarta. Ada perselingkuhan, dilema cinta sesama jenis, hingga upaya mempertahankan nilai-nilai keluarga. Semuanya campur-aduk dalam balutan komedi segar. Kepiawaian sang sutradara, Nia DiNata, menggarap realitas ini mengingatkan kita pada kemampuan senada yang dimiliki sutradara besar lain macam Sjuman Djaya atau Asrul Sani. Nia tak cuma menghibur, ia juga mengajak penonton untuk jujur pada diri sendiri. Pesannya jelas, kehidupan kaum jetset Jakarta dipenuhi topeng alias kemunafikan. Arisan! juga jadi darah segar saat perfilman kita yang bangkit lagi dipenuhi film remaja dan horor. Di luar itu, Arisan! yang jadi film terbaik FFI 2004 ini juga melahirkan bintang baru. Tora Sudiro (pemeran Sakti yang gay) namanya.

8. Gie (2005)

Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa 1960-an, telah jadi sosok bak pahlawan. Pandangan dan kisah hidupnya memikat Mira Lesmana dan Riri Riza, pemilik Miles Productions. Keduanya lantas menggagas buat mengangkat kisah hidup Gie ke layar lebar. Hasilnya jadilah Gie. Akor ganteng Nicholas Saputra didapuk memerankan Soe Hok Gie. Tentu tampang Nico yang ganteng tak mirip Gie asli, akan tetapi ia bisa berakting (buktinya Nico diganjar FFI 2005 buat aktor terbaik). Sebuah gagasan yang mengingatkan kita pada mahakarya Usmar Ismail, Lewat Djam Malam (1954).

9.Si Doel Anak Betawi (1973)

Saat karya sastra diangkat ke layar lebar—di antaranya Salah Asuhan (1972)—Sjuman Djaya memilih mengadaptasi novel Aman Datoek Madjoindo berjudul Si Doel Anak Betawi. Ini cerita seputar suka-duka kehidupan Doel, seorang anak Betawi asli. Doel diperani Rano Karno saat masih kecil. Suka duka kehidupan Doel yang mencari figur ayah (setelah ditinggal mati ayahnya), melawan kerasnya hidup (ia harus membantu ibunya berjualan kue buat menyambung hidup), sampai menghadapi tekanan anak-anak nakal terekam baik.

10. Petualangan Sherina (1999)

Sebuah tontonan yang mengingatkan kita pada Home Alone . Kala anak kecil mempecundangi orang dewasa. Petualangan Sherina jadi film besar lantaran dianggap sebagai penanda kebangkitan perfilman nasional. Sebelum Petualangan Sherina, bioskop tanah air melulu diisi film esek-esek. Baru setelah film ini datang, orangtua mengantre mengajak anaknya ke bioskop. Petualangan Sherina bertahan di bioskop selama berminggu-minggu. Film karya Riri Riza ini mampu mengundang 1,6 juta penonton ke bioskop. Jika Petualangan Sherina bukan film menarik, penontonnya mungkin tak sebanyak itu. Pada kenyataannya, sebagai karya sinema Petualangan Sherina bukanlah film buruk. Riri mampu bercerita dengan lancar diselingi lagu-lagu Sherina -- ini film musikal

10 Film Terlaris Sepanjang Masa

         Hampir setiap orang di dunia ini suka menonton film. Sejarah mencatat, film pertama telah dibuat sejak ratusan tahun lalu. Dimulai dari silent erayang saat itu film hanya bergambar hitam-putih dan tanpa suara, hingga film masa kini dengan teknologi tiga dimensi.

Berikut ini daftar film paling laris sepanjang masa dimulai dari peringkat 10:

10. Harry Potter and the Deathly Hallows, Part I (2010)


Sejak seri pertama dirilis pada 2001, kisah Harry Potter bersama Hermione Granger dan Ron Weasley menuai sukses besar. Film yang diangkat dari novel karya J.K Rowling itu dibuat dalam delapan bagian. Seri ketujuh Harry Potter yang dirilis pada 2010 lalu, ‘Harry Potter and the Deathly Hallows, Part 1′ merupakan film Harry Potter paling laris kedua setelah ‘Harry Potter and the Sorcerer’s Stone’. Film yang disutradarai oleh David Yates dan Ben Hibon itu berhasil meraup pendapatan sebesar US$ 954,5 juta atau lebih dari Rp 8 triliun.

9. Pirates of the Caribbean: At World’s End (2007)

 
Seri ketiga petualangan Kapten Jack Sparrow yang diperankan Johnny Depp, ‘Pirates of the Caribbean: At World’s End’ berhasil bertengger di peringkat kesembilan film terlaris sepanjang masa. Dengan biaya produksi sebesar US$ 300 juta, film yang disutradarai Gore Verbinski untung besar dengan pendapatan US$ 963,4 juta atau sekitar Rp 8,2 triliun.

8. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001)



Seri pertama film Harry Potter yang dirilis pada 2001 lalu, ‘Harry Potter and the Sorcerer’s Stone’ masih memegang rekor sebagai film Harry Potter paling laris. Film yang disutradarai Chris Columbus itu berhasil meraup pendapatan sebesar US$ 974,7 juta atau sekitar Rp 8,32 triliun.

7. The Dark Knight (2008)



Film garapan sutradara Christopher Nolan ini merupakan satu-satunya film Batman yang tidak menggunakan kata ‘Batman’ dalam judulnya. Menampilkan Christian Bale sebagai bintang utamanya, ‘The Dark Knight’ sukses besar. Dengan biaya produksi yang ‘hanya’ US$ 185 juta, film tersebut berhasil mendapatkan lebih dari US$ 1,001 miliar atau sekitar Rp 8,5 triliun.


6. Alice in Wonderland (2010)



Aktor Johnny Depp menunjukkan kemampuan aktingnya dalam film ‘Alice in Wonderland’. Film produksi Walt Disney Pictures itu diangkat dari novel karangan Lewis Carroll dengan judul yang sama. ‘Alice in Wonderland’ berada di posisi keenam film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan sebesar US$ 1,024 miliar atau sekitar Rp 8,74 triliun.

5. Toy Story 3 (2010)



Film garapan sutradara Lee Unrich ini dibuat dengan biaya US$ 200 juta. Film yang diputar perdana pada 12 Juni 2010 lalu itu dirilis dengan format Disney Digital 3-D, RealD dan IMAX 3D. Selama pemutarannya di seluruh dunia, ‘Toy Story 3′ berhasil meraup pendapatan US$ 1,063 miliar atau sekitar Rp 9,07 triliun.

4. Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest (2006)



Film yang dirilis di Amerika Serikat pada 7 Juli 2006 ini mendapatkan berbagai reaksi dari para kritikus film. ‘Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest’ dipuji karena special effect-nya, namun film berbiaya US$ 225 juta itu juga dikritik karena plot yang membosankan. Meski demikian, film tersebut berhasil mencetak penjualan tiket US$ 1,066 miliar atau sekitar Rp 9,1 triliun.

3. The Lord of the Rings: The Return of the King (2003)



Film epic fantasy garapan sutradara Peter Jackson ini merupakan seri ketiga dari trilogi Lord of The Rings yang diangkat dari novel karangan J. R. R. Tolkien. Film tersebut berhasil memenangkan 11 piala dari 11 nominasi dalam ajang Academy Awards 2003. Dengan biaya produksi ‘hanya’ US$ 94 juta, ‘The Lord of the Rings: The Return of the King’ berhasil meraup pendapatan US$ 1,12 miliar atau sekitar Rp 9,62 triliun.

2. Titanic (1997)



Kisah romantis percintaan Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dan Rose DeWitt Bukater (Kate Winslet) yang berbeda status sosial, direkam dengan apik oleh sutradara James Cameron. Film yang dirilis pada 19 Desember 1997 itu memenangkan 8 Piala Oscar yang salah satunya merupakan kategori Best Picture dan Best Director. Sejak pemutarannya di seluruh dunia, ‘Titanic’ berhasil mencetak penjualan tiket US$ 1,84 miliar atau sekitar Rp 15,7 triliun.

1. Avatar (2009)



Film fiksi ilmiah 3-D ini berkisah mengenai konflik di dunia yang bernama Pandora, di saat manusia dan penduduk asli Pandora terlibat dalam perang. ‘Avatar’ yang disutradarai James Cameron itu dirilis pada 16 Desember 2009 dalam format 2D dan 3D, dan teater IMAX 3D. Avatar menjadikan film paling terlaris sepanjang masa dengan pendapatan sebesar US$ 2.782.206.970; atau sekitar Rp 23,72 triliun. Setelah film tersebut sukses besar, rencananya Avatar akan dibuat triloginya.

sumber : http://www.todaypos.com/10-film-terlaris-sepanjang-masa.html